Senin, 01 Februari 2010

Beranilah bermimpi

Berbicara tentang mimpi, dia adalah suatu kekuatan mahadahsyat yang dapat membuat orang selalu ingin menggapainya. Dan saya yakin, mimpi tidak pernah merupakan sesuatu hal yang buruk, sebab mimpi merupakan perwujudan seseorang untuk terus berharap dan berkeyakinan. Adakalanya memang mimpi terlalu muluk sehingga mendapat kesan terlecehkan oleh banyak orang.

Sebenarnya, itu bukan suatu kemustahilan, apabila sugesti yang tertanam dalam diri kita dapat dilansir mennjadi sebuah kemauan, kemustahilan pun akan Nampak nyata bagi para pemimpi. Memang, inspirasi akan sang pemimpi saya kutip dari novel Andrea Hirata yang member saya inspirasi tuk berbagi sambil menjalankannya. Seperti kata Arai: “Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu”. Bagi yang percaya akan kekuatan mimpi, ia akan menjadi pedang yang terhunus di depan benteng pertahanan setiap musuh di depannya, sebagai obor api yang menaungi napak tilas perjalanan nan gulita, atau sebagai mata bor yang memecah kerasnya lapisan batu di bawah permukaan bumi. Semua, bermula dari mimpi.



Lalu, bagaimana dengan pepatah orang yang menyatakan: “berhentilah bermimpi, saatnya bergerak!”. Apakah berarti kita harus tertindas melihat harapan yang kita pegang sia-sia. Menurut saya, tidak! Mimpi dapat dianalogikan sebagai kunci dari pintu kehendak. Sebab jika tanpa motivasi, mustahil kita berbuat dengan sangat terencana. Mimpi bukanlah khayalan yang mengawang-awang dengan semboyan ‘andai saja’, ‘jika mungkin’, ‘kalau saja’, atau kata-kata senada seperti tadi. Bagi saya, mimpi merupakan suatu keharusan, kemampuan otak, dan kehendak yang tegar. Sadar ataupun tidak, kekuatan mahadahsyat mimpi itu mampu dimiliki orang dengan tidak memandang strata manapun.

Kekuatan itulah yang senantiasa membawa seorang mujahid rela mati, karena punya mimpi untuk bertemu Tuhannya di Surga. Kekuatan itulah yang menjadi tekad seorang Soekarno menjadi tonggak kemerdekaan Indonesia, karena memiliki mimpi besar untuk negaranya, ataupun seperti mimpi-mimpi kecil yang menghantarkan Ihsan dan Aris dari seorang miskin pedesaan yang tinggal di tempat yang tak layak menjadi idola yang dinantikan orang, karena mereka bermimpi, untuk dirinya, dan keluarganya. Lantas, apa yang kita tunggu? Berikan yang terbaik untuk diri kita. Bukan sebuah rasa aman yang diperlukan, tetapi tantangan besar untuk berani bermimpi. Apapun, saya katakana sekali lagi, apapun mimpi anda, yakinkan diri bahwa kita memang layak sebagai makhluk tuhan, satu-satunya makhluk Tuhan yang diberi akal untuk berbuat besar! Renggut ia, capai ia, karena mimpi anda adalah nyawa di setiap aliran nafas anda!

Nah, kalau begitu, pertanyaannya...Apa mimpi anda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar